Ketersediaan Komoditas Pangan Ini Mulai Jadi Perhatian Pemerintah

JAKARTA — Dalam kurun kurang dari 2 bulan lagi, masyarakat Muslim akan menjalankan ibadah Ramadan. Biasanya, Ramadan dibayangi dengan isu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Tahun ini, beberapa komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan bawang merah sudah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Berbagai langkah diambil pemerintah demi menjaga pasokan bahan-bahan pokok. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan Muhri mengungkapkan harga beras medium dan premium di tingkat konsumen pada Januari 2023 cenderung mengalami kenaikan dibandingkan dengan Desember tahun lalu.

“Kenaikan harga beras disinyalir karena berkurangnya pasokan beras ke pasar,” kata Kasan kepada Bisnis ketika ditemui di ruangannya di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta Pusat pada akhir pekan lalu.

Dalam pencatatan Kemendag melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) kenaikan jumlah pasokan belum signifikan. Dalam kunjungan yang dia lakukan ke Badan Urusan Logistik (Bulog) di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu, jumlah beras yang disiapkan berkisar 5.000 ton.

Dari kebijakan impor beras melalui Perum Bulog yang ditetapkan sebanyak 500.000 ton sebelum tahun lalu, jelasnya, terdapat sisa sebesar 300.000 ton yang ditargetkan terealisasi pada pertengahan Februari 2023 sebelum masa panen raya.

Kasan mengatakan target tersebut merupakan hasil rapat antara Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di Kementerian Perekonomian beberapa waktu lalu. Sementara dari sisi harga, beras kualitas medium dan premium di seluruh regional hampir seluruhnya lebih tinggi dari harga eceran tertentu (HET). Berdasarkan data Kemendag yang diperoleh Bisnis, perbedaan harga terbesar dialami oleh beras medium, yakni mencapai dua digit.

Kisaran perbedaan harga beras medium di seluruh region Tanah Air berkisar 15 persen – 19 persen dari HET Rp9.450 untuk wilayah Jawa, Sulawesi, Sumatra, Lampung, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Adapun untuk area Maluku dan Papua HET beras medium senilai Rp10.250. Sebagai mitigasi, Bapanas pun dinilai perlu segera menerbitkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) sebagai acuan Bulog dalam melakukan stabilisasi harga beras. Selain itu, Bapanas perlu menetapkan kebijakan harga pokok pembelian (HPP) gabah/beras sebelum memasuki panen raya.

Sumber : https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6542505/jadi-ketua-asean-ri-bawa-isu-ketahanan-pangan-qr-code-bersama