Pengembangan Beras Berkelanjutan Butuh Kolaborasi Multipihak

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) bersama para akademisi, pakar sektor perberasan, serta organisasi petani mengadakan Focus Group Discussion(FGD). FGD yang bertemakan Pengembangan Beras Berkelanjutan di Indonesia ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh 23 orang.

FGD yang dilaksanakan bersama dengan para akademisi dan pakar sektor perberasan ini merupakan serangkaian kegiatan yang digulirkan oleh KRKP dalam mendorong kolaborasi multipihak untuk pengembangan sektor perberasan berkelanjutan, yang sebelumnya pada tanggal 1 Desember 2021 lalu telah dilaksanakan bersama Kementerian dan Dinas yang berkaitan dengan sektor perberasan.

Tema serta diskusi yang menitikberatkan pada kolaborasi multipihak dalam pengembangan sektor perberasan yang berkelanjutan merupakan alasan mengapa FGD ini diadakan. Seperti telah banyak diketahui, bahwa dalam rantai nilai beras terdapat banyak aktor yang memiliki peran masing-masing di dalamnya.

Tak bisa dipungkiri bahwa akademisi dan pakar di sektor perberasan merupakan pihak yang memiliki kecakapan ilmu dan perhatian khusus pada sektor ini, sehingga masukan dan saran dari para akademisi dan pakar menjadi hal yang penting dalam membangun sektor perberasan ke arah yang lebih baik.

“Sesungguhnya diskusi ini bukan yang pertama. Bagi KRKP sudah sejak tahun 2020 diskusi seperti ini dilakukan. Tahun 2020 lalu KRKP mulai berpikir bahwa perlu ada satu transformasi besar dalam sektor perberasan nasional,” ungkap Said Abdullah selaku Koordinator Nasional KRKP sekaligus pemantik pada FGD, dalam keterangan persnya, Rabu (15/12).

Sejak tahun 2020, kata dia, KRKP memang secara konsisten mendorong berbagai pihak terkait untuk mengadakan forum multipihak dalam sektor perberasan nasional, hal itu dibuktikan dengan advokasi-advokasi yang telah dilakukan oleh KRKP satu tahun ke belakang. “Walaupun KRKP memiliki mandat mendorong keberagaman pangan, namun beras juga menjadi komoditas penting untuk dilihat dan diperhatikan secara seksama,” tambah Said.

Sumber republika.co.id