Jokowi Akan Gelar Ratas Mingguan Bahas Soal Pangan dan Energi

Presiden Jokowi kembali menaruh perhatian pada sektor pangan dan energi di tengah polemik ekonomi dan geopolitik global. Dalam pembukaannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/5), Jokowi menegaskan perlunya ada rapat terbatas mingguan terkait dua hal ini, layaknya rapat terbatas PPKM yang selama ini dilakukan.

“Saya sudah minta kemarin pada Setkab agar setiap minggu, seperti kita lakukan rapat terbatas mengenai PPKM, ini juga sama mengenai urusan pangan dan energi harus juga dilakukan mingguan,” ujar Jokowi.

Pengelolaan atas dua sektor ini dinilai krusial sebab berpengaruh bagi stabilitas ekonomi Tanah Air, terutama pada stabilitas harga bahan pokok rakyat. Presiden juga menyatakan bahwa Indonesia harus tetap waspada akan gejolak ekonomi global dari berbagai negara.

Pertama, perang di Ukraina yang belum berakhir dan dinilai menunjukkan tanda-tanda yang berkepanjangan. Kedua,  Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan mioneter yang lebih agresif untuk meredam inflasi. Jokowi menilai kebijakan AS ini bisa menimbulkan resesi di banyak negara.

“Oleh sebab itu pengelolaan ekonomi makronya harus diikuti secara detail dan mikronya juga. Semua kementerian yang terkait dengan ini betul-betul juga mengikuti terus, dan utamanya berkaitan dengan pangan dan energi,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2022 yang digelar Kamis (28/5), Jokowi sudah menyebut bahwa dua sektor ini akan menjadi masalah global ke depannya sehingga butuh peningkatan produktivitas. Ia pun menilai bahwa Indonesia justru memiliki kekuatan di dua sektor itu.

“Tingkatkan produktivitas dan kemandirian di sektor pangan dan energi. Lakukan secara fokus, dengan skala yang masif, dikawal, dimonitor, agar betul-betul berjalan,” kata Jokowi dalam Pembukaan Musrenbangnas 2022 di Istana Negara.

Presiden mencontohkan dua komoditas pangan yakni jagung dan kedelai yang menurutnya bisa ditanam di dalam negeri untuk mengurangi impor atas dua bahan pangan itu. Jokowi berharap ada kebijakan yang memihak industri substitusi impor serta ada pendampingan bagi UMKM di bidang pangan dan energi.

Sumber : katadata.co.id