Bos Badan Pangan Klaim Harga Bawang Putih Bakal Turun di Bawah Rp 36.000/Kg

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan harga bawang putih akan berangsur turun, targetnya bisa di bawah Rp 36.000 per kilogram (kg). Penurunan itu akan terjadi pada satu sampai dua bulan ke depa.

“Kalau boleh angkanya di bawag Rp 36.000 nanti berkala kan,” ujarnya saat ditemui di DPR RI, Selasa (13/6/2023).

Menurutnya penurunan itu akan terjadi seiring menurunnya harga bawang putih di China menjadi US$ 800 dari sebelumnya US$ 1.300. Indonesia bergantung pada harga bawang putih di China karena 90% pasokanya diimpor dari negara itu.

“Jadi bawang putih 1-2 bulan akan turun,” lanjutnya.

Arief mengatakan pasokan bawang putih saat ini sudah minus 617.000 ton berdasarkan data BPS, Kementan dan diolah oleh Badan Pangan Nasional. Untuk itu, impor bawang putih akan gencar dilakukan.

“Stok awal 2023 itu 143.000 ton, produksi dalam negeri 23.300 ton. Kemudian realisasi impor dari Januari-April 103.400 ton. Rencana impor Mei sampai Desember 504.000 ton. Kemudian total ketersediaan ada 774,000 ton. Kebutuhan tahunan 669.000 ton, sebulan rata-rata kita perlu 55.700 ton. Jadi kalau kita mau punya bufer 2 bulan kita cuman perlu 110.000 ton,” jelasnya.

Harga bawang putih memang tengah mengalami kenaikan, kini rata-rata Rp 37.000 per kg untuk nasional. Sebelumnya, Arief juga sudah mengatakan penyebab kenaikan harga bawang putih.

Bawang putih merupakan salah satu komoditas pangan yang masih memerlukan tambahan pasokan dari luar negeri untuk memenuhi konsumsi domestik.

“Untuk itu, kondisi harga komoditas tersebut di dalam negeri tidak terlepas dari pengaruh harga internasional atau di negara asal. Seperti diketahui sebelumnya, harga bawang putih di China berada di atas US$1.300 per Ton, hal tersebut yang turut menyebabkan harga di dalam negeri terkerek naik,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (31/5/2023).

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6770823/bos-badan-pangan-klaim-harga-bawang-putih-bakal-turun-di-bawah-rp-36000kg